Dear David menimbulkan kontroversi dan perdebatan panjang kalangan penonton di media sosial. Akibatnya karena dianggap menormalisasikan tindakan pelecehan seksual terhadap kaum laki-laki. Penelitian ini mengkaji representasi stereotip perempuan melalui petanda dan penanda di balik skenario, gambar, adegan, dan teks yang terdapat dalam film. Penelitian ini menggunakan deksripstif kualitatif yang mengacu pada teori semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode dokumentasi dengan teknik rekam dan teknik catat sehingga diperoleh data primer. Teknik rekam dilakukan dengan mengamati lalu mendokumentasikan data pada film Dear David. Teknik catat dilakukan dengan mencatat data yang dibutuhkan pada cuplikan film Dear David. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk mencari makna denotasi, makna konotasi, dan mitos yang terdapat dalam film Dear David untuk kemudian ditarik representasi stereotip perempuan di dalamnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antara lain, (1) makna denotasi dalam film Dear David yang tergambar jelas melalui adegan-adegan merupakan makna yang sebenarnya terjadi di dalam film tersebut, (2) terdapat pula makna konotasi menggambarkan makna tidak langsung atau makna kultural yang muncul akibat adanya stereotip masyarakat, maka ditemukannya stereotip-stereotip positif dan negatif masyarakat terhadap perempuan di dalam film Dear David, (3) terciptalah mitos yang memunculkan pandangan masyarakat sehingga muncul pemikiran-pemikiran negatif dari stereotip-stereotip yang ditemukan. Kata kunci: dear david, semiotika, stereotip, Roland Barthes
Copyrights © 2024