Bertambahnya trayek Trans jogja menambah halte permanen, halte portable, dan halte mobile portable pada beberapa titik yang dilalui oleh trayek baru berdasarkan tataguna lahan yang potensial sebagai daerah bangkitan dan tarikan perjalanan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh tataguna lahan sebagai daerah bangkitan maupun tarikan perjalanan berdasarkan jumlah penumpang yang naik dan turun bus Trans Jogja yang berlokasi di Halte Samirono (UNY) dan Halte Panti Rapih. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Statistik Inferensial dengan analisis statistik parametrik menggunakan uji T ( t test). Semua data merupakan data terdistribusi normal dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dan uji Shapiro-Wilk. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Tata guna lahan tidak mempengaruhi bangkitan perjalanan pada hari kerja (Sig. 2 tailed (1) > α (0,05)). Tata Guna lahan tidak mempengaruhi tarikan perjalanan pada hari kerja (Sig. 2 tailed (0,471) > α (0,05)). Tataguna lahan mempengaruhi bangkitan perjalanan pada hari libur (Sig. 2 tailed (0,012) < α (0,05)). Tata guna lahan tidak mempengaruhi tarikan perjalanan pada hari libur (Sig. 2 tailed (0,166) > α (0,05)). Kata Kunci: Uji T, Bangkitan perjalanan, Tarikan perjalanan,Tataguna lahan.
Copyrights © 2023