Penilaian kinerja satuan pengamanan (Satpam) secara objektif dan transparan merupakan tantangan penting di PT Jakarta International Security Service (JISS) Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan (SPK) berbasis metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) guna mendukung evaluasi kinerja Satpam. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot kriteria penilaian berdasarkan tingkat kepentingannya, sementara TOPSIS digunakan untuk merangking alternatif berdasarkan kriteria yang telah dibobot. Kriteria yang digunakan meliputi kepuasan user, absensi, penguasaan SOP, laporan bulanan, kemampuan penanganan kasus, perencanaan kerja, tugas dan tanggung jawab, serta pengontrolan administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria “kepuasan user” dan “absensi” memiliki bobot tertinggi masing-masing sebesar 25,57%. Perankingan dengan TOPSIS menghasilkan Satpam nomor 17 sebagai peringkat terbaik dengan nilai closeness 0,810731, diikuti oleh Satpam nomor 4 dan 11. Sistem ini memberikan evaluasi yang lebih transparan, akurat, dan berbasis data, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik di PT JISS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi metode AHP dan TOPSIS efektif untuk mengatasi subjektivitas dalam evaluasi kinerja dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk aplikasi yang lebih luas.
Copyrights © 2025