Perubahan iklim akibat emisi karbon dioksida (CO2) menjadi isu global. Pertanian urban berpotensi menyerap CO2 melalui fotosintesis, namun pemantauannya masih terbatas. Penelitian ini mengembangkan sistem pemantauan CO2 berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor MQ-135 dan mikrokontroler ESP32. Pengukuran dilakukan secara tidak langsung melalui selisih konsentrasi CO2 antara udara dan tanah. Sistem juga dilengkapi sensor DHT22 dan YL-69 untuk memantau suhu, kelembapan udara, dan kelembapan tanah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan implementasi sistem di lahan pertanian urban Depok selama tiga hari. Data dikumpulkan setiap jam pada pagi, siang, dan sore, lalu dikirim otomatis ke platform pemantauan.com. Hasil menunjukkan penurunan selisih CO2 pada sore hari, mengindikasikan peningkatan fotosintesis. Sistem ini efektif untuk pemantauan karbon berkelanjutan dan potensial untuk skema kredit karbon.
Copyrights © 2025