Pandemi COVID-19 mendorong diberlakukannya kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara masif di Indonesia. Kebijakan ini memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat, baik positif maupun negatif, yang tersebar luas melalui media sosial. Namun, belum banyak penelitian yang secara sistematis menganalisis opini publik terhadap PJJ menggunakan pendekatan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sentimen masyarakat terhadap kebijakan PJJ dengan memanfaatkan data dari Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode text mining dan analisis sentimen berbasis algoritma K-Nearest Neighbor (KNN). Data dikumpulkan melalui Application Programming Interface (API) Twitter dengan kata kunci tertentu, kemudian dilakukan proses prapengolahan yang mencakup pembersihan teks, tokenisasi, dan ekstraksi fitur menggunakan TF-IDF. Proses pelatihan dan pengujian model dilakukan menggunakan KNN, dengan eksplorasi hyperparameter melalui teknik GridSearchCV. Parameter yang diuji meliputi jumlah tetangga (k), metode pembobotan (uniform dan distance), serta metrik jarak (Euclidean, Minkowski, dan Cosine). Hasil menunjukkan konfigurasi terbaik pada k = 22, pembobotan distance, dan metrik Cosine, dengan akurasi pelatihan tertinggi mencapai 98,80%. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan hyperparameter yang optimal serta tahapan prapengolahan yang tepat sangat berpengaruh dalam meningkatkan performa klasifikasi sentimen terhadap kebijakan PJJ.
Copyrights © 2025