Kucing merupakan hewan karnivora yang umum di Indonesia. Populasi kucing menurut survei yang dilakukan oleh Rakuten Insight pada tahun 2018 secara online mengenai hewan yang paling banyak dipelihara di Asia, Indonesia menempati tempat pertama dari kepemilikan kucing sebesar 47%. Banyaknya jumlah kucing menjadi perhatian khusus akan kondisi tubuhnya termasuk penyakit yang dialami kucing. Penyakit kucing dapat diatasi dengan tepat jika cepat terdeteksi dari gejalanya. Gejala yang sering muncul ialah dehidrasi. Dehidrasi yang dialami kucing memiliki 6 (enam) keadaan yang dapat diperhatikan yaitu kadar air yang cukup dalam pakan, kotoran kucing mengalami diare atau tidak, muntahan kucing melebihi 3 (tiga) kali sehari, tungor kucing yang tidak elastis, gusi kucing yang pucat, dan nafas kucing yang berbau tidak sedap. Gejala dehidrasi yang cepat diketahui dapat mempermudah owner untuk melakukan tindakan yang tepat sebagai penanganannya. Tindakan yang tepat dapat menghindari kucing dari berbagai penyakit hingga kematian. Adanya penelitian ini, dapat mencegah dehidrasi menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor yaitu dengan 64 data dan 6 kondisi seperti pakan, kotoran, muntah, skin tenting (tungor), nafas, dan gusi kucing yang baik. Data tersebut dijabarkan dengan logika disjungsi menjadi 384 data dan 30 kondisi. Proses pendeteksian dehidrasi pada kucing ini akan mendapatkan hasil kondisi kucing yang terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu Tidak Dehidrasi, Dehidrasi Ringan, Dehidrasi Berat. Adapun akurasi yang dicapai dalam penelitian ini mencapai 92%.
Copyrights © 2025