Sektor kehutanan, khususnya budidaya jati, membutuhkan identifikasi lahan optimal yang sistematis karena pemilihan lokasi yang tidak tepat dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk memetakan dan merekomendasikan lokasi budidaya jati paling optimal di Jawa Tengah berdasarkan kriteria lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan hibrida Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Profile Matching. AHP digunakan untuk menentukan bobot kepentingan relatif kriteria lingkungan seperti kadar air tanah, pH, suhu, curah hujan, dan ketinggian, dengan hasil nilai konsistensi (CR) 0.08 yang valid. Selanjutnya, Profile Matching diterapkan untuk mengukur tingkat kesesuaian antara karakteristik lahan aktual di daerah dengan profil ideal jati, di mana perhitungan bobot gap dilakukan menggunakan interpolasi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surakarta menduduki peringkat pertama sebagai lokasi paling sesuai dengan nilai akhir 4.8174, diikuti oleh Kabupaten Blora (4.8169) dan Kota Magelang (4.564). Dengan demikian, SPK ini secara efektif memberikan rekomendasi lokasi budidaya jati yang objektif dan terinformasi, mendukung pengambilan keputusan strategis dalam sektor kehutanan.
Copyrights © 2025