Hutan lindung memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, namun pengelolaannya di Kabupaten Karo masih terkendala minimnya pemahaman karakteristik lahan dan penggunaan metode pemantauan yang konvensional. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi berbasis Geographic Information System (GIS) dan algoritma K-Means Clustering untuk mengelompokkan wilayah kerja kelompok tani berdasarkan ketinggian, kelembapan, kemiringan, suhu, dan jenis tanah. Metode penelitian menggunakan Research and Development model Borg & Gall dengan tahapan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, diikuti analisis data spasial dan non-spasial untuk menghasilkan empat cluster: C1 (Tanaman Tahunan), C2 (Tanaman Bawah 1), C3 (Tanaman Bawah 2), dan C4 (Usaha Non-Pertanian). Sistem yang dikembangkan menampilkan peta digital interaktif yang memudahkan identifikasi potensi, permasalahan, dan perencanaan strategi pengelolaan. Hasil pengujian blackbox menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai rancangan dan mampu meningkatkan kecepatan analisis dibanding metode manual. Penelitian ini berkontribusi pada pengintegrasian data spasial dan non-spasial dalam pengelolaan hutan lindung berbasis clustering, dengan potensi penerapan di wilayah konservasi lainnya.
Copyrights © 2025