Inkubator atau alat tetas telur berfungsi menciptakan kondisi lingkungan buatan yang menyerupai pengeraman alami, khususnya dalam menjaga suhu dan kelembapan. Ketidakstabilan dua parameter ini sering kali menjadi penyebab rendahnya tingkat keberhasilan penetasan telur ayam. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem inkubator otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dilengkapi dengan algoritma Fuzzy Tsukamoto. Sistem ini menggunakan NodeMCU sebagai mikrokontroler, sensor DHT11 untuk membaca suhu dan kelembapan, serta aplikasi Blynk sebagai antarmuka pemantauan. Sistem ini juga dirancang secara otomatis untuk mencatat data suhu dan kelembapan setiap 10 detik dan mengatur jumlah lampu pemanas yang menyala berdasarkan hasil inferensi fuzzy. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menstabilkan suhu inkubator dalam waktu 33 menit pada kisaran 37°C–37,1°C dan kelembapan antara 55%–57%. Selain itu, sistem menunjukkan kemampuan adaptif terhadap perubahan suhu lingkungan dengan menyesuaikan jumlah lampu yang menyala. Sistem ini terbukti efektif dalam mengatur kondisi inkubasi secara otomatis dan akurat, serta mampu mengurangi ketergantungan terhadap pengaturan manual. Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem ini dapat diintegrasikan dengan antarmuka berbasis mobile dan diuji pada skala yang lebih besar.
Copyrights © 2025