Kemajuan teknologi informasi (IT) membawa perubahan besar dalam pendidikan, meningkatkan akses, efisiensi, dan kualitas pembelajaran. Sekolah perlu beradaptasi agar pembelajaran efektif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Seluruh unsur pendidikan—guru, siswa, dan tenaga kependidikan—harus memiliki kompetensi menghadapi era digital. Fasilitas belajar menjadi faktor penting menciptakan lingkungan belajar kondusif. Namun, di SMK Kabupaten Bima belum tersedia trainer perakitan laptop terintegrasi troubleshooting sebagai media pembelajaran, sementara sarana praktik masih terbatas sehingga pembelajaran kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media trainer dan modul troubleshooting untuk meningkatkan kompetensi siswa, memotivasi belajar, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia usaha dan industri. Metode penelitian Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE (Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi) dan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Dari validasi 4 ahli media memperoleh rerata 95,59% (skala Likert 4,78), dan 3 ahli materi 96,67% (skala Likert 4,83), keduanya sangat layak. Uji coba efektivitas menunjukkan nilai kompetensi siswa 85,25, sedangkan respon siswa 91,74% (skala Likert 4,50), artinya sangat praktis. Media trainer terintegrasi troubleshooting ini dinilai efektif meningkatkan kompetensi siswa SMK.
Copyrights © 2025