Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Indonesia umumnya masih mengelola stok barang secara manual menggunakan buku tulis atau spreadsheet sederhana, yang rentan terhadap kesalahan pencatatan, kehilangan data, dan keterlambatan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi pergudangan berbasis digital dengan pendekatan pemodelan Data Flow Diagram (DFD) secara bertingkat. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 30 pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di Balikpapan, serta analisis kebutuhan menggunakan matriks MoSCoW. Hasilnya, proses bisnis sistem pergudangan berhasil dianalisis dan dimodelkan dalam tiga tingkat DFD, yaitu DFD Level 0 (diagram konteks), DFD Level 1 (proses utama), dan DFD Level 2 (subproses teknis). Pemodelan ini menghasilkan arsitektur alur data yang logis dan sesuai dengan kebutuhan nyata pengguna. Selain itu, setiap fitur yang ada akan dikelomppokkan berdasarkan 3 pengguna, yaitu superadmin, gudang, dan viewer. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi pemodelan DFD hingga Level 2 dengan analisis prioritas fitur menggunakan metode MoSCoW serta visualisasi alur bisnis melalui diagram swimlane. Pendekatan ini memberikan kerangka perancangan sistem informasi gudang yang lebih komprehensif dibanding studi sebelumnya, sekaligus menawarkan solusi praktis yang dapat menjadi fondasi transformasi digital UMK dalam pengelolaan persediaan secara efisien, adaptif, dan mudah diimplementasikan.
Copyrights © 2025