Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berdiferensiasi berbasis web terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar peserta didik pada mata pelajaran Sejarah Indonesia, khususnya pada materi Perkembangan Islam di Nusantara. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa, lemahnya kemampuan analitis, serta tingkat kemandirian belajar yang masih terbatas dalam pembelajaran sejarah. Model pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran berdasarkan minat, kesiapan, dan profil belajar siswa, sedangkan integrasi platform web memberikan dukungan berupa akses sumber belajar luas, interaksi digital, serta ruang belajar mandiri yang lebih fleksibel. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sampel berjumlah 60 siswa kelas X SMAN 1 Arosbaya, terdiri dari 30 siswa kelompok eksperimen dan 30 siswa kelompok kontrol yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis dan angket kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata posttest kemampuan berpikir kritis pada kelompok eksperimen mencapai 34,13, lebih tinggi 8 poin dibandingkan kelompok kontrol yang memperoleh 26,13. Pada variabel kemandirian belajar, kelompok eksperimen mencatat rata-rata skor posttest 39,03, unggul 6,53 poin dari kelompok kontrol yang hanya mencapai 32,50. Uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (kurang dari 0,05) pada kedua variabel, menegaskan adanya pengaruh positif model pembelajaran terhadap kedua aspek yang diukur. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berbasis web efektif dalam meningkatkan kualitas belajar sejarah, terutama melalui penguatan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Integrasi diferensiasi dan teknologi digital terbukti relevan untuk mendukung pembelajaran abad ke-21 serta memperkaya pengalaman belajar sejarah secara lebih komprehensif dan bermakna.
Copyrights © 2025