Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan pada peserta didik di kelas I dan II yang menghambat kelancaran proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan membaca yang dialami peserta didik Fase A serta strategi yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan tersebut di SD Negeri 160/II Dusun Baru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara terhadap dua guru kelas rendah, yakni guru kelas I dan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesulitan membaca yang dialami peserta didik meliputi ketidakmampuan mengenal huruf, kebingungan membedakan huruf yang mirip, kesulitan mengeja suku kata, dan rendahnya pemahaman terhadap isi bacaan. strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada peserta didik Fase A di SD Negeri 160/II Dusun Baru dilaksanakan melalui berbagai pendekatan yang adaptif. Strategi tersebut meliputi pembiasaan membaca harian, penerapan metode suku kata, SAS, fonik, dan global, pemanfaatan media sederhana dan kreatif seperti kartu huruf, gambar, lagu, dan permainan edukatif, serta bimbingan individual maupun kelompok kecil. Selain itu, guru juga melakukan diferensiasi pembelajaran sesuai kemampuan siswa, menjalin kerja sama dengan orang tua, dan melaksanakan evaluasi perkembangan secara berkelanjutan. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru tidak hanya membantu mengatasi kesulitan membaca, tetapi juga sejalan dengan temuan penelitian mutakhir mengenai literasi dini. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan hasil ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru tidak hanya membantu mengatasi kesulitan membaca, tetapi juga sejalan dengan temuan penelitian mutakhir mengenai literasi dini
Copyrights © 2025