Mahasiswa termasuk kedalam kelompok yang rentan mengalami stres akademik terutama saat menghadapi ujian. Stres merupakan suatu respons fisiologis maupun psikologis yang berpotensi mempengaruhi fungsi tubuh, termasuk peningkatan tekanan darah. Hal ini dapat memicu gejala seperti pusing, jantung berdebar, dan kelelahan, namun seringkali diabaikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres saat ujian dan kondisi tekanan darah pada mahasiswa keperawatan. Desain penelitian yang diterapkan adalah analisis korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah peserta dalam studi ini adalah 207 mahasiswa keperawatan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Tingkat stres dinilai melalui kuesioner standar yang disebut Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer yang diukur sebanyak dua kali yaitu pada masa pembelajaran biasa dan pada masa ujian. Analisis data dilakukan menggunakan uji non-parametrik Spearman Rank Correlation. Temuan studi mengindikasikan adanya korelasi yang penting antara tingkat stres saat ujian dan kondisi tekanan darah pada mahasiswa keperawatan (ρ = 0,000 ; r = 0,449) untuk tekanan darah sistolik dan (ρ = 0,000 ; r = 0,423) untuk tekanan darah diastolik.
Copyrights © 2026