Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan factor sosiodemografis yang berhubungan dengan gangguan mental emosional (GME) pada pekerja kantor di salah satu perusahaan hulu minyak dan gas di Indonesia. Studi menggunakan desain potong lintang dengan 176 responden yang dipilih melalui metode total sampling. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Self Reporting Questionnaire (SRQ-20) yang telah tervalidasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi GME termasuk kategori sedang. Analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin, usia, status pernikahan, dan jabatan berhubungan signifikan dengan GME. Namun, hasil analisis multivariat menemukan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah jenis kelamin dan usia. Pekerja perempuan memiliki risiko empat kali lipat lebih tinggi mengalami GME dibandingkan pria, sedangkan kelompok usia muda lebih rentan dibandingkan kelompok usia lebih tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi promotif dan preventif diperlukan, terutama bagi kelompok berisiko seperti pekerja perempuan dan usia muda. Rekomendasi meliputi skrining rutin, program dukungan psikososial, pelatihan manajemen stres, dan penguatan budaya kerja yang mendukung kesehatan mental.
Copyrights © 2026