Stunting merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan multisektoral dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya perawat komunitas. Namun, analisis regulasi nasional menunjukkan bahwa peran perawat komunitas dalam kepemimpinan pencegahan stunting belum diatur secara eksplisit, sehingga kontribusinya cenderung terbatas pada fungsi teknis. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan proses transformasi kepemimpinan di Pengurus Pusat Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (PP IPKKI) melalui pengembangan Reinvented Community Nursing Leadership Model. Studi ini menelaah pengalaman organisasi dalam mengidentifikasi kesenjangan kebijakan, mengembangkan model berbasis lima pilar kepemimpinan (transformasional, adaptive, community empowerment, data-driven, dan collaborative governance), serta menyusun rekomendasi strategis untuk memperkuat peran kepemimpinan perawat komunitas dalam percepatan penurunan stunting. Data diperoleh melalui analisis regulasi, wawancara mendalam dengan pengurus IPKKI, dan peninjauan dokumen program. Hasil menunjukkan bahwa absennya mandat kepemimpinan yang eksplisit dalam kebijakan nasional menyebabkan peran perawat komunitas belum optimal dalam memimpin perubahan perilaku keluarga. Model kepemimpinan yang dikembangkan memberikan kerangka inovatif untuk penguatan kapasitas perawat komunitas dalam konteks konvergensi stunting. Rekomendasi dari laporan kasus ini berpotensi diterapkan secara nasional melalui integrasi dalam program PP IPKKI dan advokasi kebijakan lintas sektor.
Copyrights © 2026