Tumbuh kembang bayi usia 6–12 bulan merupakan periode kritis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pola asuh, tingkat pengetahuan orang tua, dan ketepatan pemberian nutrisi berupa makanan pendamping ASI (MP-ASI). Berdasarkan kondisi di Wilayah Kerja Puskesmas Tarutung, ditemukan adanya variasi dalam praktik pengasuhan, pemahaman orang tua mengenai perkembangan anak, serta penerapan pemberian MP-ASI, yang berpotensi memengaruhi capaian perkembangan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh, pengetahuan orang tua, dan pemberian nutrisi dengan tumbuh kembang bayi usia 6–12 bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional), melibatkan 75 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur pola asuh, pengetahuan orang tua, dan praktik pemberian MP-ASI, serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk menilai status tumbuh kembang bayi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,3% responden menerapkan pola asuh yang baik, 53,3% orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang baik, dan 58,7% bayi menerima MP-ASI secara tepat. Sebanyak 69,3% bayi berada pada kategori tumbuh kembang sesuai tahapan usia. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh dan tumbuh kembang bayi (p = 0,012), pengetahuan orang tua dan tumbuh kembang bayi (p = 0,018), serta pemberian MP-ASI dan tumbuh kembang bayi (p = 0,009).
Copyrights © 2026