Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Pola Asuh, Pengetahuan Orang Tua, dan Pemberian MP ASI terhadap Tumbuh Kembang Bayi Usia 6–12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tarutung Yeni Risa Sanputri; Nia Afnita Rizana; Indri Putri Sari; Suci Syahril
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53641

Abstract

Tumbuh kembang bayi usia 6–12 bulan merupakan periode kritis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pola asuh, tingkat pengetahuan orang tua, dan ketepatan pemberian nutrisi berupa makanan pendamping ASI (MP-ASI). Berdasarkan kondisi di Wilayah Kerja Puskesmas Tarutung, ditemukan adanya variasi dalam praktik pengasuhan, pemahaman orang tua mengenai perkembangan anak, serta penerapan pemberian MP-ASI, yang berpotensi memengaruhi capaian perkembangan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh, pengetahuan orang tua, dan pemberian nutrisi dengan tumbuh kembang bayi usia 6–12 bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional), melibatkan 75 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur pola asuh, pengetahuan orang tua, dan praktik pemberian MP-ASI, serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk menilai status tumbuh kembang bayi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,3% responden menerapkan pola asuh yang baik, 53,3% orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang baik, dan 58,7% bayi menerima MP-ASI secara tepat. Sebanyak 69,3% bayi berada pada kategori tumbuh kembang sesuai tahapan usia. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh dan tumbuh kembang bayi (p = 0,012), pengetahuan orang tua dan tumbuh kembang bayi (p = 0,018), serta pemberian MP-ASI dan tumbuh kembang bayi (p = 0,009).
PENYULUHAN KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI REMAJA DI DESA PULONAS BARU, KECAMATAN LAWE BULAN KABUPATEN ACEH TENGGARA Yessy Syahradesi Br Tambunan; Siska Putri Belangi; Yen Risa Sanputri; Nia Afnita Rizana
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.478

Abstract

Masa remaja adalah periode perkembangan kritis yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang kompleks yang memengaruhi perilaku kesehatan seksual dan reproduksi (KSR). Remaja semakin sering menghadapi tantangan kesehatan seksual dan reproduksi yang rumit, termasuk aktivitas seksual prematur, kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), dan kekerasan berbasis gender, yang seringkali saling terkait dengan faktor psikologis seperti sikap, efikasi diri, kesehatan mental, dan keterampilan komunikasi. Kesehatan seksual dan reproduksi yang baik adalah keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Tujuan kegiatan ini adalah memberi pengetahuan dan menumbuhkan sikap yang terarah tentang kesehatan seksualitas dan reproduksi dari segi ilmu pengetahuan dan pendekatan keagamaan. Bentuk kegiatan adalah penyuluhan. Sasaran kegiatan yaitu remaja usia 12-15 tahun, dengan jumlah peserta 30 orang. Kegiatan berlangsung kurang lebih selama 60 menit, di Balai Desa Pulonas Baru. Hasil evaluasi kegiatan diketahui tingkat pengetahuan remaja yang diukur dengan rentang baik (80%). Keaktifan remaja dalam interaksi selama kegiatan berlangsung juga menjadi indikator yang baik sebagai respon dimensi sikap peduli pada kesehatan reproduksi. Saran kegiatan selanjutnya adalah pendidikan kesehatan jiwa untuk menghadapi perubahan hormonal yang mengakibatkan perubahan mental dan perilaku pada remaja.