Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan biasanya menyerang paru-paru. Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular dengan angka kematian tertinggi di dunia. Gejala umum yang dialami pasien TB adalah peningkatan laju pernapasan. Untuk mengurangi frekuensi pernapasan, terapi nonfarmakologis yang umum digunakan adalah aromaterapi daun mint, yang secara alami meredakan saluran pernapasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi aromaterapi daun mint terhadap frekuensi pernapasan pada pasien tuberkulosis (TB). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental satu kelompok pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 55 pasien tuberkulosis (TB). Sampel penelitian diambil menggunakan teknik sampling jenuh, menghasilkan ukuran sampel sebanyak 55 sampel. Pengumpulan data menggunakan data primer, sekunder, dan tersier, dan aspek pengukuran menggunakan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan uji peringkat bertanda Wilcoxon. Hasil berdasarkan uji peringkat bertanda Wilcoxon, nilai p=0,00<α0,05. Kesimpulan hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh terapi relaksasi aromaterapi daun mint terhadap laju pernapasan pada pasien tuberkulosis (TB).
Copyrights © 2026