Ketuban Pecah Dini (KPD) meningkatkan risiko infeksi neonatal yang mengancam jiwa, sehingga deteksi dini proses inflamasi sangat krusial. Penelitian ini menganalisis nilai Laju Endap Darah (LED) dan kadar C-Reaktif Protein (CRP) menggunakan metode Immunofluorescence Assay (IFA) pada neonatus dengan riwayat KPD. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional terhadap 50 neonatus (25 laki-laki dan 25 perempuan) di Rumkit Tingkat IV Gubeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median nilai LED pada neonatus perempuan (17 mm/jam) dan laki-laki (16 mm/jam) tidak memiliki perbedaan signifikan (p = 0,558). Demikian pula, kadar CRP tidak menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin (p = 0,207). Temuan krusial menunjukkan hubungan antara LED dan CRP bersifat sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik (rho = 0,19; p = 0,178). Simpulan dari penelitian ini adalah meskipun KPD memicu peningkatan biomarker inflamasi di atas ambang batas normal, profil tersebut tidak dipengaruhi oleh gender dan kedua biomarker tidak bergerak secara linier. Hal ini menegaskan pentingnya penggunaan kedua parameter secara komplementer dalam skrining infeksi neonatal.
Copyrights © 2026