Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu intervensi penting dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi. Namun, angka keberhasilan ASI eksklusif masih belum optimal, termasuk di Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif faktor-faktor yang memengaruhi kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu melalui pendekatan tinjauan literatur kontekstual. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan desain tinjauan literatur, yang menganalisis berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dan dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Proses seleksi literatur dilakukan secara sistematis berdasarkan kesesuaian topik, konteks wilayah, dan kualitas sumber.Hasil kajian menunjukkan bahwa kegagalan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisik ibu, kelelahan, masalah laktasi, serta faktor psikologis seperti stres dan rendahnya kepercayaan diri. Faktor eksternal mencakup kurangnya pengetahuan ibu, rendahnya dukungan keluarga, tuntutan pekerjaan, serta keterbatasan peran pelayanan kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan menyusui. Dalam konteks Provinsi Riau, faktor sosial budaya dan akses terhadap layanan kesehatan juga berkontribusi terhadap rendahnya keberhasilan ASI eksklusif.Kesimpulan dari tinjauan ini menunjukkan bahwa kegagalan pemberian ASI eksklusif merupakan permasalahan multifaktorial yang memerlukan pendekatan holistik. Upaya peningkatan keberhasilan ASI eksklusif perlu difokuskan pada penguatan edukasi ibu, peningkatan dukungan keluarga, serta optimalisasi peran tenaga kesehatan melalui pendampingan menyusui yang berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan dan intervensi kesehatan ibu dan anak, khususnya di Provinsi Riau.
Copyrights © 2026