Pekerja kantor umumnya bekerja dalam posisi duduk dengan durasi lama sehingga berpotensi menimbulkan risiko ergonomi dan keluhan nyeri muskuloskeletal yang dapat memengaruhi kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan postur kerja dan keluhan nyeri muskuloskeletal dengan produktivitas kerja pada pekerja kantor PTJamu Air Mancur. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 50 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Penilaian postur kerja menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA), keluhan muskuloskeletal diukur dengan Nordic Body Map (NBM), dan produktivitas kerja menggunakan Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki risiko postur kerja tinggi, keluhan muskuloskeletal kategori agak sakit,dan produktivitas kerja kategori sedang. Uji korelasi menunjukkanpostur kerja berhubungan negatif namun tidak signifikan dengan produktivitas (r = −0,088; p > 0,05), sedangkan keluhan muskuloskeletal berhubungan negatif signifikan dengan produktivitas (r = −0,336; p < 0,05). Disimpulkan bahwa keluhan muskuloskeletallebih berpengaruh langsung terhadap produktivitas dibandingkan postur kerja.
Copyrights © 2026