Penelitian ini menganalisis masalah rendahnya perolehan suara Partai Golkar di Pemilu sebelumnya di Jawa Barat, di tengah transformasi pasca-reformasi yang menuntut strategi komunikasi politik inovatif untuk Pemilu 2024, khususnya menghadapi kompetisi ketat dari Gerindra dan PKS. Tujuan utama adalah mendalami strategi defensif (konsolidasi internal kader, loyalitas basis massa melalui koordinasi pusat-daerah) dan ofensif (ekspansi dukungan via media sosial Instagram, agenda setting pada isu pembangunan ekonomi, stabilitas politik, pemberdayaan UMKM, serta pengalaman kader), guna memahami faktor pencapaian posisi teratas. Metode kualitatif deskriptif diterapkan dengan wawancara mendalam pengurus DPD Golkar Jawa Barat (Informan H. Kusnadi dan Gunawan), observasi kampanye, analisis konten media sosial, data KPU, serta teori agenda setting Rogers & Dearing, diolah melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi Miles & Huberman dengan triangulasi sumber-metode. Hasil menunjukkan Golkar meraih 4.292.082 suara (16,33%) di DPR RI Jawa Barat dan 3.590.621 suara (15,83%, 19 kursi) di DPRD, didorong citra positif melalui media massa yang meredam isu negatif serta program pro-rakyat, meski dikritik manipulatif. Strategi terintegrasi efektif, tapi perlu autentisitas lapangan untuk keberlanjutan. Kontribusi: tolak ukur elektoral berbasis data-teknologi bagi partai lain, pendidikan politik masyarakat Jawa Barat, dan pengayaan ilmu politik Indonesia.
Copyrights © 2026