Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di dunia, termasuk di Indonesia dan Provinsi Aceh. Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Faktor pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien menjadi penentu penting dalam pengendalian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Perawatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan instrumen skala Guttman untuk pengetahuan dan skala Likert untuk sikap dan perilaku. Analisis dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayorias responden memiliki pengetahuan baik tentang hipertensi yaitu sebanyak 58 orang (64,4%), sikap baik sebanyak 60 orang (66,7%), dan perilaku baik sebanyak 71 orang (78,9%). Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (67,8%), kelompok usia 51–60 tahun (32,2%), dengan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (44,4%) dan tingkat pendidikan dasar (26,7%). Sebagian besar pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Perawatan Kuala Batee memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik dalam pengelolaan hipertensi. Namun, kelompok dengan pengetahuan dan sikap kurang tetap memerlukan intervensi edukasi kesehatan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2026