Pelayanan ibadah gereja melibatkan banyak petugas dengan jadwal yang berubah setiap minggu. Permasalahan yang muncul tidak hanya terkait distribusi informasi, tetapi juga keterbatasan individu dalam mengingat jadwal pelayanan akibat gangguan prospective memory, distraksi aktivitas, interferensi informasi, serta faktor gaya hidup seperti stres dan kelelahan. Kondisi ini meningkatkan risiko kelalaian dalam pelaksanaan tugas pelayanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi pemanfaatan Google Sheet sebagai sistem informasi pengingat otomatis berbasis email guna mendukung kesiapan petugas ibadah pada gereja di Salatiga. Metode yang digunakan adalah Participatory Rapid Appraisal (PRA) melalui tahapan survei awal, identifikasi kebutuhan, perancangan sistem, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan 90% peserta menyatakan materi mudah dipahami, 80% mampu mengakses jadwal secara mandiri, dan 75% menilai sistem mudah digunakan. Sebanyak 83,3% peserta merasa sistem membantu mengingat jadwal, 80% merasa lebih siap melayani, dan 73,3% menyatakan bersedia menggunakan sistem secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem efektif sebagai media pengingat dan berpotensi direplikasi pada organisasi pelayanan sejenis.
Copyrights © 2026