SPEKTRUM Jurnal Ilmu Politik Hubungan Internasional
Vol. 23 No. 1 (2026)

Analisis Diplomasi Publik WHO Dalam Mensosialisasikan Pentingnya Vaksin Covid-19 di Indonesia

Yuningsih, Yuyun (Unknown)
Alessandro Kurniawan Ulung (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2026

Abstract

Abstract  This study aims to examine the public diplomacy conducted by the World Health Organization (WHO) in promoting the importance of COVID-19 vaccination in Indonesia. WHO engaged in public diplomacy to address vaccine hesitancy caused by hoaxes and misinformation surrounding COVID-19 vaccines. This study raises the following research question: “How did WHO implement public diplomacy to attract the Indonesian public to COVID-19 vaccination?” To answer this question, the study employs public diplomacy theory and the concept of soft power, using a qualitative research method. Data were collected through a literature review and analyzed in three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that WHO implemented public diplomacy by utilizing social media, conducting social campaigns, and collaborating with news agencies to counter hoaxes about COVID-19 vaccines and encourage vaccine uptake among the Indonesian public. Through these efforts, WHO exercised public diplomacy as a form of soft power to influence public attitudes toward vaccination. This study contributes to a better understanding of the role of WHO as a non-state actor in public diplomacy.   Keywords: Vaccine, Soft Power, Pandemic, Social Campaign, Hoaxes     Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji diplomasi publik yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam mempromosikan pentingnya vaksinasi COVID-19 di Indonesia. WHO melakukan diplomasi publik untuk mengatasi keraguan terhadap vaksin yang disebabkan oleh hoaks dan disinformasi seputar vaksin COVID-19. Penelitian ini mengajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut: “Bagaimana WHO mengimplementasikan diplomasi publik untuk menarik masyarakat Indonesia agar bersedia melakukan vaksinasi COVID-19?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan teori diplomasi publik dan konsep soft power (kekuatan lunak) dengan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WHO mengimplementasikan diplomasi publik melalui pemanfaatan media sosial, pelaksanaan kampanye sosial, serta kerja sama dengan media massa untuk melawan hoaks terkait vaksin COVID-19 dan mendorong peningkatan penerimaan vaksinasi di kalangan masyarakat Indonesia. Melalui berbagai upaya tersebut, WHO mempraktikkan diplomasi publik sebagai bentuk soft power untuk memengaruhi sikap dan persepsi publik terhadap vaksinasi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran WHO sebagai aktor non-negara dalam praktik diplomasi publik.   Kata kunci: Vaksin, Kekuatan Lunak, Pandemi, Kampanye Sosial, Hoaks

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

SPEKTRUM

Publisher

Subject

Environmental Science Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Spectrum aims to publish scientific articles that focus on the development of thought, theory, and research covering issues of international relations and politics at ...