Krisis sampah di wilayah perkotaan seperti Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa permasalahan pengelolaan sampah tidak hanya terletak pada aspek teknis di hilir, tetapi bermuara pada pengelolaan di hulu, yaitu pada tingkat rumah tangga. Perilaku memilah sampah rumah tangga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan sosial yang melekat pada individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap altruisme sebagai motivasi internal dan tekanan sosial sebagai dorongan eksternal terhadap perilaku memilah sampah rumah tangga di Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala likert dan dianalisis menggunakan path analisis atau analisis jalur dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap altruisme memiliki nilai yang lebih besar atas pengaruhnya terhadap prilaku memilah sampah sebesar 0,878 sedangkan tekanan sosial sebagai variabel mediasi memiliki pengaruh tidak langsung sebesar 0,354. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku memilah sampah merupakan hasil interaksi antara kesadaran internal dan norma sosial di lingkungan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif dengan mengintegrasikan pendekatan sosial dan humaniora
Copyrights © 2025