Gizi merupakan penentu kualitas sumber daya manusia, melalui penyediaan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi. Status gizi merupakan indikator kesehatan anak sebagai segmen masyarakat yang sangat rentan, sehingga kekurangan gizi dapat mengakibatkan masalah fisik, emosional, dan mental. Indonesia masih menghadapi masalah kekurangan gizi ganda pada anak, di mana sebagian anak kekurangan gizi dan sebagian anak kelebihan gizi. Pemenuhan zat gizi yang optimal dapat mengatasi masalah kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan tubuh seseorang. Tujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada anak sekolah dasar usia 6-10 tahun. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan potong lintang. Sebanyak 136 anak usia 6-10 tahun dengan 52,2% laki-laki dan 47,8% perempuan dipilih berdasarkan teknik non-random sampling. Variabel penelitian seperti usia anak, jenis kelamin, tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anggota keluarga, riwayat penyakit menular, dan status gizi. Pengumpulan data anak berdasarkan pengukuran tinggi badan dan berat badan serta menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji bivariat dan uji tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan ibu adalah SMA (52,2%), tingkat pengetahuan ibu baik (77,2%), ibu tidak bekerja (65,4%), keluarga memiliki ≤ 2 anak (63,2%). Riwayat tidak pernah menderita penyakit menular (95,6%), dan status gizi baik (64,7%). Kesimpulannya, sebagian besar anak SD di SD Negeri Dangdeur II Subang memiliki status gizi baik.
Copyrights © 2025