Penelitian ini bertujuan mengkaji kembali prinsip-prinsip kolaborasi dalam hadis dan relevansinya bagi penguatan manajemen pendidikan Islam, terutama dalam konteks tantangan organisasi pendidikan yang semakin kompleks. Selama ini kajian manajemen pendidikan Islam cenderung menempatkan nilai-nilai hadis hanya sebagai moralitas normatif, belum sebagai fondasi manajerial yang dapat diintegrasikan secara operasional ke dalam fungsi manajemen modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan, serta analisis tematik Braun dan Clarke untuk mengidentifikasi pola makna kolaboratif dalam hadis. Empat tema utama ditemukan: syūrā (musyawarah), ta‘āwun (saling menolong), jamā‘ah (kebersamaan), dan naṣīḥah (saling menguatkan dan memberi arahan). Keempat tema tersebut kemudian dipetakan secara sistematis ke dalam fungsi manajemen POAC: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip kolaboratif dalam hadis bukan hanya ajaran etis, tetapi merupakan kerangka manajerial yang bersifat aplikatif dan mampu memperkuat tata kelola lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa model integrasi hadis manajemen sebagai pendekatan alternatif dalam pengembangan manajemen pendidikan Islam, serta menawarkan implikasi praktis bagi pimpinan madrasah dan lembaga pendidikan untuk membangun budaya organisasi yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.
Copyrights © 2026