Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan serat daun nanas sebagai bahan penguat dalam pembuatan material komposit berbasis bioplastik PLA (Polylactic Acid) melalui proses ekstrusi. Pemilihan serat daun nanas didasarkan pada kandungan selulosa yang tinggi (±70%) sehingga berpotensi meningkatkan sifat mekanis komposit sekaligus mengurangi limbah pertanian. Proses penelitian meliputi persiapan serat melalui perendaman, perlakuan NaOH, pengeringan, dan penghalusan, dilanjutkan pencampuran dengan PLA pada perbandingan 15:1 menggunakan mesin molding plastik. Karakterisasi dilakukan menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC) dan Foto microskope. Hasil DSC menunjukkan dua puncak endotermik utama pada suhu 108,60 °C (ΔH = 3,16 J/g) dan 151,16 °C (ΔH = 3,11 J/g), serta dua puncak eksotermik minor pada suhu 254,06 °C dan 268,14 °C yang menandakan awal degradasi termal. Nilai entalpi leleh yang rendah mengindikasikan kristalinitas komposit sangat rendah (hampir amorf). Hasil pengamatan SEM memperlihatkan distribusi serat yang tidak sepenuhnya homogen, dengan sebagian serat tertanam baik dan sebagian lain terekspos di permukaan matriks. Secara keseluruhan, penambahan serat daun nanas pada PLA berhasil menghasilkan material komposit yang ramah lingkungan dan berpotensi diaplikasikan pada produk teknik, meskipun optimalisasi proses pencampuran dan perlakuan serat masih diperlukan untuk peningkatan kinerja.
Copyrights © 2026