Studi ini dimulai dengan pentingnya sunat sebagai tanda fisik dalam tradisi Israel kuno, serupa dengan praktik di budaya Timur Dekat kuno lainnya. Namun, di luar kesamaan ritual ini, ada kebutuhan mendalam untuk mengeksplorasi makna teologis khas yang membedakan Israel. Studi ini bertujuan untuk menganalisis sunat sebagai tanda perjanjian ('ot berit) dalam Kejadian 17:9–14, dengan fokus pada bagaimana praktik ini membentuk identitas komunitas. Kami menggunakan pendekatan historis-kritis dan komparatif, mengeksplorasi keterkaitan antara ritual tubuh, simbolisme, dan konsep perjanjian, sambil membandingkannya dengan praktik serupa di Mesir dan budaya Semit lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa Israel memberikan dimensi teologis transformatif yang unik pada sunat: bukan sekadar ritual inisiasi, tetapi simbol permanen perjanjian (berit) dengan Yahweh yang secara mendalam membentuk identitas kolektif. Transformasi ini kemudian berkembang menjadi konsep spiritual "sunat hati" dalam tradisi kenabian dan Perjanjian Baru, yang mencerminkan sifat dinamis pemahaman hubungan antara manusia dan ilahi. Kesimpulannya, simbol sunat berfungsi sebagai titik penting untuk memahami evolusi teologi perjanjian dan konsep identitas umat Allah dalam teologi Ibrani, sekaligus memberikan wawasan berharga tentang bagaimana simbol-simbol keagamaan berkembang dari waktu ke waktu. Kata kunci: Simbol Sunat, Perjanjian, Budaya, Timur Tengah Kuno.
Copyrights © 2026