Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan degradasi moral dan krisis identitas di kalangan generasi muda akibat arus globalisasi dan digitalisasi. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji strategi penanaman nilai-nilai keislaman yang meliputi akidah, akhlak, ibadah, dan muamalah yang disesuaikan dengan fase perkembangan anak usia Sekolah Dasar (6-12 tahun). Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengintegrasikan teori psikologi perkembangan modern (Piaget, Kohlberg, dan Erikson) dengan perspektif pendidikan Islam (fase tamyiz dan konsep fitrah). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penanaman nilai pada kelas rendah (usia 6-9 tahun) lebih efektif melalui metode keteladanan, pembiasaan, dan cerita islami karena anak berada pada tahap operasional konkret. Sementara pada kelas tinggi (usia 10-12 tahun), strategi diarahkan pada diskusi, pemecahan masalah, dan penguatan tanggung jawab moral seiring dengan berkembangnya kemampuan berpikir logis. Penelitian menyimpulkan bahwa sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter muslim yang paripurna di era global.
Copyrights © 2026