Optimalisasi pencahayaan alami merupakan aspek penting dalam perancangan hunian bertingkat di iklim tropis seperti Kota Medan. Unit 19F Kondominium Tribeca Southern Podomoro City Medan memiliki kedalaman ruang yang besar sehingga menyebabkan distribusi pencahayaan alami tidak merata, khususnya di area tengah dan ruang servis, yang berdampak pada kenyamanan visual dan meningkatnya penggunaan pencahayaan buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja pencahayaan alami pada kondisi eksisting serta merumuskan strategi optimalisasi yang efektif melalui metode kuantitatif-deskriptif berbasis simulasi digital menggunakan AutoCAD dan Ecotect Analysis terintegrasi Radiance. Evaluasi dilakukan terhadap daylight factor, distribusi iluminansi, dan sebaran cahaya pada kondisi langit CIE overcast dan clear sky. Hasil simulasi menunjukkan sebagian besar ruang tengah dan area servis memiliki nilai daylight factor di bawah standar (<2%), sementara pencahayaan terbaik terdapat pada area dekat bukaan fasad. Strategi optimalisasi meliputi peningkatan rasio bukaan, penggunaan material reflektif, penerapan light shelf, dan penataan ulang interior, yang mampu meningkatkan daylight factor sebesar 30–50%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencahayaan alami hunian bertingkat dapat dioptimalkan tanpa perubahan struktural besar melalui intervensi desain berbasis simulasi, serta dapat menjadi acuan perancangan hunian vertikal di iklim tropis.
Copyrights © 2026