Perubahan iklim telah menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian global, khususnya bagi petani skala kecil yang memiliki keterbatasan sumber daya dan kapasitas adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dampak perubahan iklim terhadap pola tanam dan ketahanan pangan petani skala kecil melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian sistematis terhadap berbagai publikasi ilmiah bereputasi internasional dan laporan lembaga global yang relevan dengan topik perubahan iklim, sistem pertanian, dan ketahanan pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan suhu rata-rata, perubahan pola curah hujan, serta meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem berdampak langsung terhadap pergeseran kalender tanam, perubahan pilihan komoditas, dan meningkatnya risiko gagal panen. Kondisi ini memperburuk stabilitas produksi pertanian dan berdampak pada ketersediaan, akses, serta stabilitas pangan rumah tangga petani skala kecil. Selain itu, temuan literatur menegaskan bahwa kapasitas adaptif petani sangat dipengaruhi oleh akses terhadap informasi iklim, teknologi pertanian, dukungan kebijakan, dan kelembagaan. Pendekatan agroekologi yang menekankan diversifikasi tanaman dan pengelolaan berbasis ekosistem dinilai mampu meningkatkan resiliensi sistem pertanian terhadap variabilitas iklim. Namun demikian, tanpa intervensi kebijakan yang terintegrasi dan dukungan struktural, perubahan pola tanam cenderung bersifat reaktif dan belum sepenuhnya mampu menjamin ketahanan pangan jangka panjang. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan mengintegrasikan hubungan antara perubahan iklim, transformasi pola tanam, dan dinamika ketahanan pangan pada tingkat petani skala kecil secara komprehensif, sehingga dapat menjadi dasar dalam perumusan strategi adaptasi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026