Bangunan ruko beton bertulang banyak digunakan sebagai fasilitas kegiatan ekonomi masyarakat, sehingga pemantauan kondisi struktur secara dini diperlukan untuk menjaga keselamatan dan fungsi layan bangunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melakukan pendampingan kepada pemilik bangunan dalam penilaian kelayakan struktur beton bertulang pada ruko dua lantai menggunakan metode uji non-destruktif. Permasalahan mitra berupa lendutan balok dan retakan struktur. Metode pelaksanaan meliputi konsultasi teknis, investigasi visual, pengukuran lendutan dan retak, serta pengujian non-destruktif menggunakan hammer test. Hasil evaluasi menunjukkan lendutan balok 3,00–3,75 cm dan lendutan pelat 1,25–2,10 cm, disertai panjang retak balok 45–70 cm dan pelat 135–240 cm. Uji hammer test mengindikasikan kuat tekan beton relatif rendah, yaitu 16,8–18,2 MPa pada balok dan 17,7–18,1 MPa pada pelat. Pembongkaran sebagian menunjukkan tebal selimut balok 5,0–6,0 cm dan pelat 2,65–3,50 cm. Melalui pendampingan, mitra memperoleh pemahaman mengenai kondisi aktual struktur dan rekomendasi perbaikan berupa perbaikan retak, perkuatan lokal, serta pemantauan berkala untuk menjaga keamanan bangunan jangka panjang.
Copyrights © 2026