Jurnal Moderasi
Vol. 6 No. 1 (2026)

Mengelola Dunia Tanpa Melupakan Akhirat: Analisis Hermeneutika Gadamer atas Tafsir Al-Azhar Karya Hamka terhadap Q.S. Al-Mulk: 15

Puji Izzatulbuhtiah (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 May 2026

Abstract

Abstract The rapid development of digital technology often shifts human consciousness away from the ephemeral nature of the world. Life orientations tend to focus solely on worldly achievements, while the awareness that life is eternal in the hereafter and that every action will be held accountable is frequently neglected. This research discusses the relevance of QS. Al-Mulk verse 15 in facing the dynamics of modern life through the hermeneutic perspective of Hans-Georg Gadamer. Generally, this verse is understood as a foundation for work ethics and the utilization of Earth's resources, making it a frequent basis for Islamic economic discourse. However, Hamka’s Tafsir Al-Azhar provides a different emphasis: that the core message of this verse lies in the closing phrase, “and to Him is the resurrection.” This assertion indicates that all forms of human activity, including technological exploration and the pursuit of sustenance, must exist within an eschatological framework. Through the fusion of horizons proposed by Gadamer, understanding is formed by merging the horizon of the reader with the horizon of the text, thereby generating a new, broadly relevant understanding rather than merely repeating previous meanings. This study demonstrates that the verse remains highly relevant in addressing the challenges of modern life, emphasizing the balance between worldly productivity and moral-spiritual consciousness amidst technological advancement and the psychological pressures caused by the massive flow of information. Keywords: Hans-Georg Gadamer, Tafsir Al-Azhar, QS. Al-Mulk: 15.   Abstrak Perkembangan teknologi digital yang pesat kerap menggeser kesadaran manusia terhadap sifat dunia yang fana. Orientasi hidup cenderung terfokus pada pencapaian duniawi semata, sementara kesadaran bahwa setiap kehidupan yang kekal di akhirat dan perbuatan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kerap terabaikan. Penelitian ini membahas relevansi QS. Al-Mulk ayat 15 dalam menghadapi dinamika kehidupan modern melalui perspektif hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Secara umum, ayat ini dipahami sebagai dasar etos kerja dan pemanfaatan sumber daya bumi, sehingga sering dijadikan landasan bagi diskursus ekonomi Islam. Namun, Tafsir Al-Azhar karya Hamka memberikan penekanan berbeda, yaitu bahwa inti pesan ayat ini justru terletak pada frasa penutup “dan kepada-Nyalah kamu akan kembali”. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa segala bentuk aktivitas manusia, termasuk eksplorasi teknologi dan pencarian rezeki, harus berada dalam bingkai kesadaran eskatologis. Melalui fusion of horizons yang ditawarkan oleh Gadamer, pemahaman terbentuk melalui peleburan antara horizon pembaca dan horizon teks, sehingga melahirkan pemahaman baru yang luas relevan dan tidak hanya mengulang makna sebelumnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa ayat tersebut tetap relevan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, dengan menekankan keseimbangan antara produktivitas duniawi dan kesadaran moral-spiritual di tengah kemajuan teknologi dan tekanan psikologis akibat laju informasi yang masif. Kata Kunci: Hans-Georg Gadamer, Tafsir Al-Azhar, QS. Al-Mulk: 15

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

moderasi

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences

Description

Jurnal Moderasi: The Journal of Ushuluddin, Islamic Thought, and Muslim Societies merupakan jurnal akademik yang didedikasikan untuk menerbitkan artikel-artikel akademik berkualitas peneliti muda (mahasiswa S1, S2, dan S3). Jurnal ini dikeluarkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN ...