Penelitian ini membahas bagaimana literasi finansial berperan dalam meningkatkan kinerja UMKM dan bagaimana peningkatan kinerja tersebut berpotensi berkontribusi pada kesejahteraan serta pengentasan kemiskinan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan menghimpun dan menyintesis temuan riset terbaru periode 2022 sampai 2025, diperkuat oleh data sekunder nasional untuk membangun konteks Indonesia. Literatur ditelaah untuk mengidentifikasi pola hubungan yang berulang, mekanisme pengaruh, dan faktor konteks yang membedakan temuan antar wilayah maupun karakteristik pelaku UMKM. Hasil sintesis menunjukkan bahwa literasi finansial tidak hanya memengaruhi kinerja usaha secara langsung, tetapi terutama melalui perbaikan praktik manajemen keuangan seperti pencatatan, penganggaran, pengelolaan arus kas, evaluasi pembiayaan, serta disiplin pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga. Temuan juga menegaskan pentingnya literasi finansial digital karena ekosistem pembayaran dan pembiayaan digital dapat memperkuat dampak literasi ketika UMKM mampu mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan secara produktif dan aman. Pada level kesejahteraan, jalur yang paling konsisten menggambarkan bahwa stabilitas arus kas dan keberlanjutan usaha meningkatkan ketahanan pendapatan rumah tangga, menekan praktik bertahan yang merugikan, serta mengurangi kerentanan terhadap guncangan ekonomi yang dapat mendorong jatuh miskin. Artikel ini menawarkan model konseptual literasi, praktik keuangan, kinerja UMKM, dan kesejahteraan sebagai landasan rekomendasi kebijakan. Implikasi utama menekankan perlunya program literasi yang bersifat praktik, tersegmentasi, terintegrasi dengan pendampingan usaha, dan didukung perlindungan konsumen dalam layanan keuangan digital.
Copyrights © 2026