ABSTRAK : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya, tetapi baru nampak setelah anak usia 2 tahun. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Tengah turun menjadi 17,1% dari 20,7% pada tahun sebelumnya. Dampak dari stunting sendiri salah satunya yaitu keterlambatan perkembangan kognitif, motorik, dan kemampuan berbicara. Dari studi pendahuan yang dilakukan di desa Candi pada 10 balita stunting didapatkan 2 balita kategori severely stunted dengan perkembangan meragukan, 8 balita kategori stunted 4 diantaranya dengan perkembangan meragukan dan 4 lainnya dengan perkembangan sesuai. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan pada balita stunting usia 2-5 tahun di Desa candi Puskesmas Ampel Boyolali. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita stunting usia 2-5 tahun di Desa Candi Puskesmas Ampel Boyolali pada bulan April 2025 sebanyak 33 balita. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purpossive sampling dengan jumlah sampel 32 balita stunting usia 2-5 tahun di Desa Candi Puskesmas Ampel Boyolali. Hasil dalam penelitian ini ditemukan dua kategori perkembangan, yaitu balita stunting dengan kategori severely stunted sebanyak 4 balita (12.5%) dengan perkembangan meragukan dan 28 balita dengan kategori stunted, 13 balita (40.6%) mengalami perkembangan meragukan dan 15 balita (46.9%) mengalami perkembangan sesuai. Hasil analisis data menunjukkan p-value 0.046 (p<0.05). Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara stunting dengan perkembangan pada anak balita stunting usia 2-5 tahun di desa Candi Puskesmas Ampel Boyolali. Kata Kunci : Stunting, Perkembangan, Balita
Copyrights © 2025