Menarche merupakan tonggak penting dalam perkembangan biologis dan psikologis anak perempuan, namun banyak siswi sekolah dasar di Indonesia menghadapinya dengan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan, stigma budaya, dan fasilitas yang tidak memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siswi SD Negeri 1 Tatura, Kota Palu dalam menghadapi menstruasi pertama melalui edukasi interaktif. Sebanyak 51 siswi berusia 10–12 tahun mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2025. Intervensi dilakukan melalui interactive health education yang memadukan penyampaian materi, diskusi, leaflet bergambar, serta games edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 11,76 menjadi 14,41, dengan nilai signifikansi p = 0,000, menandakan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi. Media leaflet dan pendekatan interaktif terbukti meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan rasa percaya diri peserta dalam menghadapi menarche. Program ini menunjukkan bahwa edukasi pra-menarche yang terstruktur dapat menjadi strategi efektif untuk menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesiapan siswi. Implementasi program serupa disarankan untuk diperluas melalui keterlibatan guru dan pendekatan berbasis keluarga agar keberlanjutan edukasi dapat terjaga.
Copyrights © 2026