Kesehatan mental masih menjadi isu yang sering distigmatisasi di masyarakat, menyebabkan penderita enggan mencari pertolongan. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional sebesar 9,8% pada penduduk di atas 15 tahun. Sebagai ujung tombak pelayanan primer, kader kesehatan memerlukan pemahaman dan sikap yang tepat untuk menjadi agen perubahan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki sikap kader kesehatan serta mengurangi stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah kerja Puskesmas Porong. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) meliputi edukasi oleh tenaga profesional, sesi tanya jawab, dan konsultasi ringan yang melibatkan 50 kader. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan hasil yang signifikan: seluruh kader (100%) menjawab semua pertanyaan post-test dengan benar, dan skor sikap positif pada semua indikator meningkat menjadi 100% dari sebelumnya 50-96%. Simpulan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mental melalui FGD efektif meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki sikap kader secara dramatis, menciptakan duta kesehatan mental yang dapat mendukung pengurangan stigma dan penanganan dini masalah kesehatan mental di masyarakat.Kata kunci: Kesehatan Mental, Stigma, Kader Kesehatan, Edukasi, ODGJ
Copyrights © 2026