Gapura Candi Bentar merupakan elemen arsitektur warisan leluhur yang memiliki fungsi simbolik dan spasial dalam tatanan kawasan Keraton, khususnya pada Gerbang Kiblat di Kawasan Siti Inggil Keraton Kanoman, Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual gapura tersebut dengan menggunakan pendekatan teori pemahaman mengenai ciri fisik lingkungan visual dan indentitas visual oleh Yudoseputro serta teori pemahaman mengenai elemen pembentuk karakter visual oleh Francis D.K Ching. Metode penelitian bersifat deskriptif-kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi visual dan studi pustaka. Analisis berdasarkan teori Yudoseputro mencakup ciri fisik Candi Bentar pada Gerbang Kiblat yang melipti bagian kepala, badan, dan kaki. Sedangkan teori Ching mencakup elemen-elemen visual seperti wujud, warna, irama, dan proporsi dari gapura Candi Bentar pada Gerbang Kiblat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gapura Candi Bentar pada Gerbang Kiblat memiliki karakter vertikal, simetris, dan terbuka yang menegaskan fungsinya sebagai penanda batas transisional antara ruang yang penting dan tidak penting. Keberadaan ornament lokal, material tradisional, serta posisi strategisnya di hadapan lanskap Siti Inggil memperkuat identitas visual dan spiritual kawasan. Dengan demikian, gapura Candi Bentar pada Gerbang Kiblat tidak hanya berperan sebagai elemen struktural, tetapi juga sebagai ekspresi visual dan nilai-nilai budaya lokal.
Copyrights © 2025