Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) manufaktur genteng menghadapi tantangan dalam perencanaan produksi akibat fluktuasi permintaan yang bersifat musiman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja metode Holt–Winters Exponential Smoothing dalam memodelkan dan meramalkan penjualan genteng bulanan. Dua pendekatan digunakan, yaitu model Holt–Winters aditif dan Holt–Winters multiplikatif, yang masing-masing dievaluasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE), Mean Absolute Error (MAE), dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model Holt–Winters aditif menghasilkan tingkat kesalahan yang lebih rendah dengan nilai MAPE sebesar 0,5356%, MAE sebesar 52,7741, dan RMSE sebesar 62,7305. Sementara itu, model Holt–Winters multiplikatif menghasilkan nilai MAPE sebesar 1,6753%, MAE sebesar 155,4943, dan RMSE sebesar 162,4575. Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa model aditif lebih stabil secara numerik, sedangkan model multiplikatif lebih adaptif dalam merepresentasikan variasi musiman yang berubah mengikuti tingkat penjualan. Penelitian ini memberikan kontribusi aplikatif berupa informasi peramalan yang dapat digunakan sebagai alat bantu pendukung perencanaan produksi UMKM.
Copyrights © 2025