Kelebihan berat badan dan obesitas menjadi salah satu dari tiga masalah gizi utama remaja di Indonesia dimana teknologi turut berperan dengan terjadinya perubahan gaya hidup pada generasi muda. Munculnya inovasi aplikasi pesan antar makanan akan mengubah pola konsumsi pengguna. Orang dengan status gizi di atas normal memiliki waktu santai yang lebih banyak sehingga berdampak pada perubahan gaya hidup dimana aktivitas fisik yang dilakukan semakin berkurang. Meningkatnya intensitas penggunaan aplikasi pesan antar makanan dan rendahnya aktivitas fisik dapat mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi penggunaan aplikasi pesan antar makanan dan aktivitas fisik dengan status obesitas pada mahasiswa di Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini merupakan penelitian jenis cross sectional dengan metode pengambilan sample dengan total sampling. Subjek berjumlah 62. Data diperoleh dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan serta memberikan kuesioner frekuensi penggunaan aplikasi pesan antar makanan dan GPAQ untuk mengetahui aktivitas fisik subjek. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square di SPSS 22. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan bermakna frekuensi penggunaan aplikasi pesan antar makanan dengan status obesitas serta ada hubungan dan nilai koefisien korelasi rendah aktivitas fisik dengan status obesitas.
Copyrights © 2025