Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolik kronik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat resistensi insulin dan disfungsi sel β pankreas. Evaluasi gula darah sewaktu (GDS) dan glukosa darah postprandial (GDPP) penting untuk menggambarkan respons glikemik basal. Bubuk kakao (Theobroma cacao L.) mengandung flavonoid dan polifenol yang berperan dalam perbaikan profil glikemik melalui aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil dan perubahan GDS dan GDPP pada tikus diabetes melitus tipe 2 setelah intervensi bubuk kakao. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian adalah tikus jantan galur Sprague Dawley yang diinduksi diabetes melitus tipe 2 menggunakan kombinasi diet tinggi lemak dan streptozotocin dosis rendah. Tikus dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga kelompok perlakuan yang menerima bubuk kakao dosis 0,4 g, 0,8 g, dan 1,2 g per hari selama 14 hari. Parameter GDS dan GDPP disajikan dalam bentuk rerata dan simpangan baku (mean ± SD). Sebelum intervensi, seluruh kelompok menunjukkan rerata GDS dan GDPP di atas 200 mg/dl kecuali kelompok kontrol negtif. Setelah intervensi, kelompok perlakuan dosis 0,8 g dan 1,2 g menunjukkan penurunan rerata GDS (108,33mg/dL, 102mg/dL) dan GDPP (40,33mg/dL, 105 mg/dL). Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi bubuk kakao memperbaiki kadar GDS dan GDPP tikus diabetes melitus tipe 2, terutama pada dosis menengah dan tinggi.
Copyrights © 2025