Krisis ekologis merupakan isu global yang direpresentasikan secara intensif dalam karya sastra kontemporer, termasuk cerita pendek (cerpen) di media massa yang berfungsi sebagai cermin realitas sosial sekaligus sarana kritik terhadap relasi manusia dan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi krisis ekologis dalam cerpen. Terdapat tiga cerpen yang dianalisis menggunakan pendekatan ekokritik: “Kutukan Naga Jati” karya Tegus Striyo, “Mbah Ganyong dan Ratapan Pohon-pohon” karya Daruz Armedian, dan “Karbon Karbon” karya WS Djambak. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks, di mana korpus data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap cerpen-cerpen bermuatan isu lingkungan. Analisis dilakukan dengan menelaah manifestasi krisis ekologis konstruksi relasi manusia–alam, serta posisi ideologis teks terhadap eksploitasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen-cerpen tersebut merepresentasikan krisis ekologis melalui narasi degradasi alam, konflik ekologis akibat aktivitas antropogenik, serta hilangnya nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra memiliki peran strategis sebagai ruang kritik kultural dan instrumen dalam membangun kesadaran lingkungan kontemporer.
Copyrights © 2025