Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak, termasuk nilai agama dan moral yang merupakan pondasi pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode storytelling berbasis cerita rakyat Sasak dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak usia dini di RA Depag 1 Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari anak kelompok A dan B, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan storytelling yang dilakukan guru mampu menanamkan nilai karakter seperti tanggung jawab, jujur, religius, mandiri, dan kerja sama. Cerita rakyat Sasak seperti Cupak Gerantang, Lelampaq Lending Kaoq, dan Rere Sigar digunakan sebagai media pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu memberikan contoh konkret tentang perilaku baik dan buruk. Proses pembelajaran melalui storytelling terbukti meningkatkan motivasi belajar, membiasakan sopan santun, serta memperkuat pemahaman anak terhadap nilai moral dan kearifan lokal. Dengan demikian, penerapan metode storytelling berbasis cerita rakyat Sasak dapat dijadikan strategi efektif dalam pendidikan karakter anak usia dini, serta mendukung pelestarian budaya lokal.
Copyrights © 2025