Kemacetan lalu lintas yang parah pada simpang bersinyal di Kota Makassar telah menjadi permasalahan krusial yang dipicu oleh pertumbuhan kendaraan bermotor yang sangat cepat serta sistem pengendalian lalu lintas yang belum efisien. Sistem yang ada sering kali tidak mampu beradaptasi terhadap volume lalu lintas yang dinamis, sehingga menimbulkan tundaan yang besar, antrean panjang, serta dampak ekonomi dan lingkungan yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model sensor antrean terkoordinasi secara real-time guna meningkatkan kinerja dan keberlanjutan simpang bersinyal. Metodologi penelitian meliputi analisis kinerja sistem eksisting menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, pengembangan model matematis (S = vt + x_min) yang dioptimasi menggunakan algoritma genetika, serta simulasi sistem menggunakan Python dengan pustaka OpenCV untuk deteksi kendaraan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem eksisting mengalami kejenuhan berlebih (Derajat Kejenuhan 1,0) pada jam sibuk, yang menyebabkan ketidakefisienan signifikan. Sebaliknya, model yang diusulkan mampu menurunkan tundaan, panjang antrean, konsumsi bahan bakar (KBB), serta emisi CO₂ secara signifikan, dengan peningkatan efisiensi operasional hingga 60%. Kesimpulannya, model sensor antrean terkoordinasi ini merupakan solusi yang layak dan terukur untuk menciptakan manajemen lalu lintas perkotaan yang lebih efisien secara teknis, menguntungkan secara ekonomi, dan berkelanjutan secara lingkungan.
Copyrights © 2025