Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena maraknya coffee shop sebagai gejala gaya hidup mahasiswa PSDKU Kolaka. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus pada dua cafe populer di Kolaka, yaitu Kedaya Coffee dan UTTON ID. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 10 mahasiswa, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop tidak hanya berfungsi sebagai tempat konsumsi, tetapi juga sebagai ruang belajar alternatif, ruang interaksi sosial, dan simbol identitas modern mahasiswa. Aktivitas nongkrong di cafe dimaknai sebagai bagian dari ekspresi gaya hidup yang dipengaruhi oleh kenyamanan ruang, akses digital, dan estetika visual. Coffee shop juga berperan sebagai third place yang memperkuat jaringan sosial mahasiswa. Temuan ini menunjukkan adanya transformasi budaya nongkrong di Kolaka yang mencerminkan perubahan pola konsumsi dan konstruksi identitas generasi muda.
Copyrights © 2026