Kegiatan penambangan dengan metode tambang terbuka sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama curah hujan di wilayah tersebut. Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tanah tidak mampu menampung air hujan, dan air yang tidak terserap kedalam tanah akan mengalir di permukaan tanah sebagai air limpasan (run-off). Apabila rancangan sistem penyaliran tambang tidak memumpuni untuk menampung debit air hujan, maka kegiatan penambangan akan terganggu oleh adanya air yang menggenang. Oleh karena itu diperlukan perhitungan nilai curah hujan rencana yang tepat sebagai dasar perancangan sistem penyaliran tambang. Data curah hujan yang digunakan adalah data nilai curah hujan harian maksimum selama 15 tahun (2007-2021) yang bersumber dari Technical Departement PT. Madhani Talatah Nusantara 037C yang berlokasi di Gendang Timburu, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memilih dan membandingkan metode distribusi probabilitas Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson III untuk mendapatkan distribusi yang paling cocok digunakan untuk data curah hujan yang dimiliki. Metode distribusi Gumbel memiliki nilai curah hujan rencana tertinggi, sedangkan metode distribusi normal memiliki nilai curah hujan rencana terendah, Keempat distribusi ini dapat digunakan untuk menentukan curah hujan rencana, akan tetapi metode yang paling tepat digunakan adalah metode distribusi probabilitas Gumbel.
Copyrights © 2026