Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Valuasi Daya Dukung Fungsi Lindung di Pulau Bintan Propinsi Kepulauan Riau Irawan, Agus Bambang
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 5, No 1 (2013): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bintan merupakan salah satu pulau terbesar di Propinsi Kepulauan Riau. Pulau Bintan mempunyai potensi sumber daya alam yang besar dan lokasi sangat strategis terletak di Semenanjung Selatan Malaysia dan menjadi pintu gerbang Selat Malaka. Keunggulan Pulau Bintan ini memicu eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan dan pembangunan wilayah yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi daya dukung fungsi lindung secara regional maupun sektoral. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan melakukan survey lapangan dan institusional serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan daya dukung fungsi lindung tingkat regional Pulau Bintan berada dalam kondisi sedang. Sebaran daya dukung fungsi lindung di pulau ini tidak merata. Kota Tanjungpinang sudah dalam kondisi rusak, sedangkan Kabupaten Bintan masih dalam kondisi baik. Hasil analisis daya dukung tingkat sektoral beberapa kawasan hutan lindung, hutan mangrove dan terumbu karang sudak mulai rusak. Kerusakan ini disebabkan oleh illegal logging, penambangan bauksit, sedimentasi dan pemanfaatan lahan untuk perkebunan sawit, kebun karet rakyat, permukiman dan pariwisata. Kata Kunci : daya dukung, kawasan lindung, sumber daya alam, illegal logging
STUDI KELAYAKAN PENENTUAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH (TPA) DI PULAU BINTAN PROPINSI KEPULAUAN RIAU Irawan, Agus Bambang; Ade Yudono, Andi Renata
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.214 KB) | DOI: 10.14710/jil.12.1.1-11

Abstract

ABSTRAK Sampah sebagai material sisa dari berbagai aktifitas atau kegiatan dalam kehidupan manusia maupun sebagai hasil dari suatu proses alamiah sering menimbulkan permasalahan serius di wilayah-wilayah yang sedang berkembang seperti Pulau Bintan. Pulau Bintan adalah salah satu pulau terbesar yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau. Pulau Bintan, selain sebagai daerah pertambangan, juga sebagai salah satu daerah tujuan wisata baik bagi wisatawan domestik ataupun wisatawan luar negeri dikarenakan terletak pada posisi geografis yang sangat strategis. Di samping itu, jumlah penduduk Pulau Bintan yang selalu bertambah tiap tahunnya menyebabkan peningkatan volume sampah. Hal ini menyebabkan penyediaan lahan untuk pemrosesan akhir sampah mendesak untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kelayakan lokasi TPA tingkat regional dan tahap penyisih di Pulau Bintan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasi dengan melakukan survey lapangan dan instansional. Data-data yang diperoleh dianalis dengan bantuan sistem informasi geografis. Penelitian ini berdasar pada SNI sebagai pedoman dalam penentuan lokasi TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Bintan mempunyai wilayah datar sampai perbukitan bergelombang dengan kondisi batuan didominasi  batuan beku yaitu Batu Andesit, Batu Pasir Tufan, dan Batu Granit. Zona layak dan tidak layak TPA tingkat regional di Pulau Bintan terletak pada semua wilayah studi baik pada Kabupaten Bintan maupun Kota Tanjungpinang. Penyisihan dari zona layak tersebut menghasilkan tiga calon lokasi TPA dengan lokasi yang paling sesuai berada di Kecamatan Gunung Kijang dengan luasan + 40 Ha. Kapasitas sampah yang masuk di TPA sampai dengan tahun 2033 sebesar 30 Ha jika digunakan teknologi reusable sanatary landfill. Kata kunci: sampah, reusable sanatary landfill, sistem informasi geografis, batuan beku
Analisis Status Mutu Air Tanah Sekitar Tambak Udang di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Adam, Husnul Khotimah Dwi Putri; Widiarti, Ika Wahyuning; Wicaksono, Aditya Pandu; Irawan, Agus Bambang; Asrifah, Rr. Dina
Jurnal Lingkungan Kebumian Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/kebumian.v1i1.2062

Abstract

Hadiwarno Village is one of the regional villages in Pacitan Regency which has a large number of shrimp ponds of around 28.95 hectares. Shrimp ponds have been operating since 2015. Shrimp pond activities have the potential for liquid waste to seep into groundwater, requiring further processing. The purpose of this research was to determine the status of groundwater quality due to shrimp pond waste in the study area. The types of methods used in research are qualitative and quantitative methods. Data collection uses survey and mapping methods. Groundwater sampling using a systematic sampling method with an interval of 15 meters from the shrimp ponds. The data analysis method used is quantitative and qualitative data analysis methods for pollution indices, the relationship between chemical geophysical aspects, problems and impacts from shrimp pond waste. The results showed that the value of the status of water quality in the study area at the three sample points was included in the slightly polluted classification with a pollution index value of 2.1766 to 4.9625
ANALISIS KUALITAS UDARA AMBIEN DENGAN PARAMETER PM2,5 DAN PM10 PADA AREA PABRIK PENGOLAHAN BIJIH NIKEL DI SULAWESI SELATAN Sitorus, Isaghy Putri Utami; Irawan, Agus Bambang
Journal TECHNO Vol. 10 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/journal techno.v10i2.13819

Abstract

 The mining activities of PT. XXX are conducted using the open cast mining method to extract nickel ore. In addition to mining, PT. XXX also processes its nickel ore. The nickel ore processing includes drying, reduction, smelting, refining, and granulation. These processing activities potentially cause particulate dispersion in the air. The purpose of this research is to determine air quality based on the Air Pollutant Standard Index (ISPU) using parameters of Particulate Matter 2.5 µm (PM2.5) and Particulate Matter 10 µm (PM10). This study employs a purposive sampling method for collecting ambient air quality samples using a portable Aeroqual S500 device. Measurements were taken at 5 points around the Process Plant area where air quality deterioration is likely to occur. The air quality data was analyzed based on the Indonesian Ministry of Environment and Forestry Regulation No. P.14/MENLHK/7/2020 concerning the Air Pollution Standard Index. Based on the measurement results at the five points in the PP area, several points exceeded the quality standards for Particulate Matter 2.5 µm (PM2.5) and Particulate Matter 10 µm (PM10). The highest concentrations of PM2.5 were found in the T1, measuring 30,666 µg/m3 and PM10 were found in the T3, measuring 105,031 µg/m3 respectively. However, according to the ISPU calculations performed at each sampling point, the air quality is still classified as moderate and remains acceptable for living organisms..  The mining activities of PT. XXX are conducted using the open cast mining method to extract nickel ore. In addition to mining, PT. XXX also processes its nickel ore. The nickel ore processing includes drying, reduction, smelting, refining, and granulation. These processing activities potentially cause particulate dispersion in the air. The purpose of this research is to determine air quality based on the Air Pollutant Standard Index (ISPU) using parameters of Particulate Matter 2.5 µm (PM2.5) and Particulate Matter 10 µm (PM10). This study employs a purposive sampling method for collecting ambient air quality samples using a portable Aeroqual S500 device. Measurements were taken at 5 points around the Process Plant area where air quality deterioration is likely to occur. The air quality data was analyzed based on the Indonesian Ministry of Environment and Forestry Regulation No. P.14/MENLHK/7/2020 concerning the Air Pollution Standard Index. Based on the measurement results at the five points in the PP area, several points exceeded the quality standards for Particulate Matter 2.5 µm (PM2.5) and Particulate Matter 10 µm (PM10). The highest concentrations of PM2.5 were found in the T1, measuring 30,666 µg/m3 and PM10 were found in the T3, measuring 105,031 µg/m3 respectively. However, according to the ISPU calculations performed at each sampling point, the air quality is still classified as moderate and remains acceptable for living organisms..
Karaktertistik Air Lindi Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) 3 di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Sari, Esti Warahap; Widiarti, Ika Wahyuning; Utami, Ayu; Irawan, Agus Bambang; Wicaksono, Aditya Pandu
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11635

Abstract

Air lindi merupakan jenis air limbah khusus yang mengandung berbagai macam polutan yang bersifat toksik terhadap lingkungan. Studi terkait karakteristik air lindi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik air lindi sebelum diolah di IPAS 3 TPST Bantargebang agar dapat dijadikan dasar manajemen pengolahan air lindi di TPST Bantargebang. Sampel air lindi diambil pada inlet dan outlet IPAS 3 pada tanggal 31 Maret 2023. Sampel air lindi diambil menggunakan teknik grab sampling sebanyak 2 buah dengan volume tiap sampel sebanyak 2 liter. Pengujian air lindi dilakukan untuk parameter pH, BOD5, COD, dan Hg. Berdasarkan pengujian dan analisis didapatkan nilai tiap parameter pada inlet dan outlet berturut-turut sebesar 8,6; 933 mg/L; 3110 mg/L, dan 0,1896 mg/L sedangkan 6,75; 44 mg/L; 146 mg/L; dan <0,0005 mg/L. Nilai rasio antara BOD5 dan COD sebelum pengolahan sebesar 0,3 sehingga tergolong ke dalam air lindi usia sedang, meskipun TPST Bantargebang tergolong ke dalam usia tua. Berdasarkan nilai tersebut, maka jenis pengolahan saat ini, yaitu aerasi, koagulasi-flokulasi, dan sandfilter sudah cukup baik dalam mengolah tipe air lindi ini yang ditandai dengan pemenuhan baku mutu untuk seluruh parameter. Namun, parameter Hg perlu monitoring khusus dikarenakan toksisitas dan konsentrasinya yang tergolong tinggi.
Evaluasi Unit Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Banyuroto Kabupaten Kulon Progo Damayanti, Ayu; Anasstasia, Titi Tiara; Widiarti, Ika Wahyuning; Irawan, Agus Bambang; Lukito, Herwin
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11638

Abstract

IPLT Banyuroto terletak di Kelurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo yang sudah beroperasi sejak tahun 2014. IPLT ini direncanakan beroperasi untuk melayani satu Kabupaten Kulon Progo yang saat ini kinerjanya masih dirasa kurang optimal dalam upaya menurunkan parameter yang terkandung pada lumpur tinja sehingga diperlukan upaya evaluasi unit. Upaya evaluasi unit ini berdasarkan pada hasil uji kualitas air hasil pengolahan di IPLT terhadap parameter BOD, COD, dan total coliform yang digunakan untuk merancang unit IPLT agar dapat bekerja lebih baik. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kuantitatif dan kualitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling serta analisis deskriptif dan matematis untuk menghitung unit IPLT. Hasil uji laboratorium terhadap kualitas air hasil pengolahan IPLT Banyuroto menunjukkan bahwa parameter Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) sudah memenuhi baku mutu, sedangkan total coliform melebihi baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 68 tahun 2016. Kondisi ini menunjukkan bahwa IPLT Banyuroto perlu dilakukan penambahan unit berupa Sludge Separation Chamber (SSC), bak pengumpul, dan rumah kompos untuk meningkatkan kinerja yang ada. Dalam bak pengumpul dilakukan penambahan klorin untuk menurunkan konsentrasi total coliform
Pengaruh Penggunaan Kapur Dalam Penetralan Air Asam Tambang Dan Laju Pengendapan Kolam Apokayan PT A PT. Darma Henwa Tbk, Bengalon Coal Project Musyaffa, Achmad Muhajir; Asrifah, Rr. Dina; Suharwanto, Suharwanto; Irawan, Agus Bambang; Kristanto, Wisnu Aji Dwi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11639

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil batubara dengan total pendapatan pada tahun 2005 sebesar 61,366 milliar ton. Kebutuhan energi juga semakin meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk dan perubahan gaya hidup, semakin banyak menggunakan energi terutama teknologi energi listrik, yang berkaitan dengan perkembangan sektor industri pertambangan yang sangat berhubungan langsung dengan lingkungan. Salah satu dampak langsung terhadap lingkungan adalah timbulnya air asam tambang atau Acid Main Drainage (AMD). Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengaruh penggunaan dosis kapur terhadap laju pengendapan pada proses penetralan air asam tambang dengan pengujian menggunakan metode uji laboratorium serta analisis statistika pada 4 parameter, yaitu pH (Keasaman), TSS (Total Suspended Solid), Besi (Fe), dan Mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan yang searah antara dosis kapur dengan pH yang ditunjukkan dengan nilai sebesar 99,84%, dimana semakin tinggi dosis kapur maka akan semakin tinggi nilai pH. Signifikansi juga terjadi pada pengujian pengaruh dosis kapur dan lama waktu pengendapan terhadap nilai Mangan (Mn) dengan nilai “t hitung” < “t table” sebesar -2,642 < 2,365 yang menunjukkan pengaruh signifikan berlawanan arah, dimana semakin kecil nilai Mn maka semakin besar nilai dosis kapur dan waktu pengendapan yang dibutuhkan.
Rancangan Desain IPAL Untuk Pengendalian Pencemaran Air Sungai akibat Limbah Tambak Udang Vaname di Kalurahan Jangkaran, Kabupaten Kulon Progo, DIY Relingga, Elvin; Utami, Ayu; Irawan, Agus Bambang
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11643

Abstract

Pembudidayaan udang berjenis vaname semakin berkembang. Pemanfaatan Kawasan pesisir yang diubah menjadi tambak udang oleh masyarakat menimbulkan berbagai masalah, salah satunya adalah pencemaran air sungai akibat pembuangan limbah yang tidak dikelola terlebih dahulu, alhasil menyebabkan lingkungan sekitar tambak udang menjadi rusak dan mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat merancang desain IPAL untuk mengatasi tingkat pencemaran air sungai di Kawasan tambak udang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan tahapan-tahapan yang terdiri dari metode survei dan pemetaan; ujilaboratorium dengan parameter berupa BOD, DO, TSS, Fosfat, dan Amonia; serta analisis dengan metode deskriptif untuk mengetahui rancangan desain IPAL berdasarkan hasil uji dan karakteristik zat pencemaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa air sungai melebihi baku mutu dengan parameter yang diuji yaitu BOD 4,764 mg/L, DO 4,194, TSS 120,4 mg/L, Amonia 1,7064 mg/L, dan Fosfat 0,3008 mg/L. Hasil perhitungan indeks pencemaran air menunjukkan air sungai tercemar ringan hingga tercemar sedang. Arahan pengelolaan untuk mengatasi hal ini adalah dengan Pembangunan instalasi pengolahan air limbah dengan desain instalasi yang terdiri dari 6 bak diantaranya bak ekualisasi, bak pengendapan awal, bak biofilter anaerob, bak biofilter aerob, bak pengendapan akhir, dan bak pengolahan lumpur.
Analisis Kualitas Air Hasil Pelindian Slag Nikel PT Vale Indonesia Tbk, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan Dewanto, Aan Nugrahadi; Asrifah, Rr. Dina; Irawan, Agus Bambang; Kristanto, Wisnu Aji Dwi; Widiarti, Ika Wahyuning
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11653

Abstract

Slag nikel merupakan suatu limbah padat non-B3 hasil peleburan bijih nikel secara pyrometalurgi yang memiliki karakteristik kandungan logam yang cukup tinggi. Penyimpanan slag nikel di TPS Delaney PT Vale Indonesia Tbk dilakukan secara terbuka sehingga slag nikel dapat terpapar oleh air hujan sehingga berpotensi untuk melindikan logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah logam yang terdapat dalam slag nikel yang disimpan di TPS Delaney dapat terlindi ke lingkungan dengan cara menganalisis kualitas air hasil pelindian slag nikel. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu dengan melakukan rancangan percobaan pelindian menggunakan metode Free Draining Column Leach Test selama 28 hari dengan menggunakan air hujan sebagai air pelindi dengan nilai pH 6-7 dan pengujian laboratorium untuk mengetahui kualitas air hasil pelindian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa slag nikel memiliki karakteristik kimia dengan dominasi unsur besi (Fe) dengan persentase 39,030%. Kualitas air hasil pelindian yang ditinjau dari karakteristik kimia air dengan parameter pH, Fe, Ni, dan Cr total menunjukkan bahwa nilai dan konsentrasi dari keempat parameter tidak melebihi baku mutu air limbah dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 09 Tahun 2006.
Pengendalian Kualitas Udara Ambien Berdasarkan Parameter Pm 2,5 Dan Pm 10 Di Area Tambang Batubara Pt.Xxx Di Lebak Budi, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan Purba, Hiroko Kaniadela; Irawan, Agus Bambang
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5 No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11654

Abstract

Pada prinsipnya yaitu kegiatan pertambangan batubara dapat mempengaruhi kualitas udara yang mengalami penurunan. Penurunan dari kualitas udara diakibatkan dari adanya peningkatan partikulat dan gas di udara yang dapat berasal dari emisi seluruh kegiatan pertambangan batubara. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui kondisi sebaran partikulat dan mengetahui kualitas udara berdasarkan ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) dan saran arahan pengendalian. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Perolehan data primer dan sekunder didapatkan dengan survei dan pemetaan di lapangan, uji laboratorium, dan metode sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada titik lokasi pengambilan sampel udara yang telah dilakukan selama 24 jam dengan baku mutu Particulate Matter 10µm (PM10) sebesar 75 µg/m3. Lokasi yang memiliki konsentrasi terbesar terletak pada area pit stop wheel dengan nilai 75 dengan nilai ISPU sebesar 62,5. Particulate Matter 2,5µm (PM2,5) dengan baku mutu 55 µg/m3. Lokasi yang memiliki konsentrasi terbesar terletak pada area pit stop wheel dengan nilai 39 dan nilai ISPU sebesar 79,4. Berdasarkan hasil yang di dapat, kualitas udara berdasarkan perhitungan